Terima kasih kepada anak Sakinah yang menghadiahkan sebuah buku karangan guruku Dr Udah Mohsin yang dibelinya di kedai buku MPH. Katanya buku ini antara 'top seller' di kedai tersebut.
Dr Udah telah menulis beberapa buah buku agama. Buku beliau biasanya ditulis berdasarkan sumber rujukan al-Qur'an dan al-Hadis yang sahih.
Blog ini sebagai ruang untuk aku menulis atau memperihalkan semua perkara berkaitan dengan Ujian Tidak Merosakkan (UTMr) atau dalam bahasa inggeris disebut sebagai Nondestructive Testing (NDT). Di Malaysia terdapat lebih 30 syarikat NDT yang aktif memberikan khidmat (UTMr) terutamanya di sektor minyak, gas, kimia, tenaga, dll. Terdapat juga persatuan NDT iaitu Malaysian Society for Non-destructive Testing (MSNT) yang telah ditubuhkan pada tahun 1989.
Jumaat, 5 April 2013
Rabu, 23 Januari 2013
Kod etika pekerja NDT
Pekerja NDT perlu mempunyai etika/akhlak yang baik. Antaranya termasuklah (dipetik dari persatuan NDT Kanada, Amerika dll);
1. Melaksanakan tugas secara profesional – dengan mengambil kira penjagaan terhadap alam sekitar, keselamatan dan kesihatan awam,
a. Setiap masa mengikut kehendak kod, peraturan dan standad
b. Melapurkan kepada penyelia atau majikan terhadap apa-apa perlanggaran terhadap kod, peraturan dan standad
1. Melaksanakan tugas secara profesional – dengan mengambil kira penjagaan terhadap alam sekitar, keselamatan dan kesihatan awam,
a. Setiap masa mengikut kehendak kod, peraturan dan standad
b. Melapurkan kepada penyelia atau majikan terhadap apa-apa perlanggaran terhadap kod, peraturan dan standad
2. Mengambil tanggungjawab melakukan kerja NDT hanya kepada tugasan yang ia layak (competent) iaitu setelah menjalani latihan, lulus ujian dan cukup pengalaman.
a. Tidak menandatangani apa-apa dokumen yang beliau tidak mempunyai kelayakan atau tanggungjawab
a. Tidak menandatangani apa-apa dokumen yang beliau tidak mempunyai kelayakan atau tanggungjawab
3. Memberitahu majikan atau client tentang akibat-akibat yang bakal dihadapi bila perlanggaran terhadap peraturan atau pengadilan teknikal dilakuan oleh orang tidak berkelayakan
4. Mengelakkan apa konflik kepentingan antara majikan dan pelanggan
5. Bersungguh-sungguh dalam mengekalkan kemahiran/kelayakan dengan sentiasa meningkatkan pengetahuan dan pengalaman kerja terhadap bidang kelayakan yang telah diperolehi.
Dalam Islam kita ada panduan untuk memelihara akhlak seperti yang disebut dalam al-Qur'an dan al-hadis. Berikut ialah antara nas yang disusun semasa kuliah atau usrah bersama Dr Huda atau mungkin yang aku jumpa dalam rujukan2 di laman sesawang. Wallahu a'lam.
Akhlak
Berikut ini dikemukakan sebagian ayat-ayat Al Qur'an mengenai akhlaq Islamiyah sebagai gambaran/contoh sesuai dengan urutan mushaf:
"Bukankah menghadaphan wajahmu ke arah timur dan Barat itu satu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatirn, orang-orang miskin, rnusafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang betaqwa." (Al Baqarah: 177)
"Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman (Yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam shalatnya, dan orang-orang yang menjauhi diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannnya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di baik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya, dan orang-orang yang memelihara shalatnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya." (Al Mu'minun: 1-11)
Dalam ayat ini kita dapatkan bahwa khusyu' di dalam shalat, menunaikan zakat dan memelihara shalat itu termasuk dalam lingkup ibadah, selain juga berpaling dari hal-hal yang tidak berguna, memelihara kemaluan dari yang haram dan menjaga amanat-amanat dan janji.
Rajin bekerja
Islam mengajak kita untuk berusaha dan bekerja, dan Islam memperingatkan kita dari sikap putus asa dan rasa malas, Allah SWT berfirman:
"Dialah yang menjadikan bumi ini budak bagi kamu, berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali) setelah dibangkitkan..." (Al Mulk: 15)
Di dalam hadits Qudsi dikatakan:
"Tiga orang yang pada hari kiamat akan menjadi musuh-Ku (Allah).... di antararya, seseorang yang mempekerjakan seorang buruh, kemudian buruh itu menunaikan kerjanya, tetapi ia tidak memberikan upahnya."
Kerja kotor
Adapun kerja yang kotor maka Islam telah melarangnya. Kerja yang kotor adalah kerja yang mengandung unsur kezhaliman dan merampas hak orang lain tanpa prosedur yang benar. Seperti ghashab, mencuri, penipuan, mengurangi takaran dan timbangan, menimbun di saat orang membutuhkan dan lain sebagainya. Atau memperoleh sesuatu yang tidak diimbangi dengan kerja atau pengorbanan yang setimpal, seperti riba, termasuk undian dan lain-lain. Atau harta yang dihasilkan dari barang yang haram, -seperti khamr, babi, patung, berhala, bejana yang diharamkan, anjing yang terlarang dan yang lainnya. Atau harta yang diperoleh dari cara kerja yang tidak dibenarkan menurut syari'at, seperti upah para dukun dan takang ramal, administrasi riba, orang-orang yang bekerja di bar-bar, diskotik dan tempat-tempat permainan yang diharamkan dan lain-lain.
Rasulullah SAW bersabda:
"Setiap tubuh yang berkembang dari yang haram, maka neraka lebih utama baginya." (HR. Ahmad)
Islam tidak menghargai bagusnya niat dan mulianya tujuan, apabila cara kerjanya diharamkan. Maka orang yang memperoleh harta riba untuk membangun masjid, madrasah, darul aitam atau yang lainnya, selamanya tidak sah menurut Islam. Dalam hadits shahih disebutkan
"Sesungguhnya Allah itu Thaayyib (baik), tidak menerima (suatu amal) kecuali yang baik (halal)." (HR. Muslim)
Dalam hadits lain disebutkan:
"Sesungguhnya yang kotor itu tidak bisa menghapus yang kotor (juga)." (HR. Ahmad)
Berikut ini dikemukakan sebagian ayat-ayat Al Qur'an mengenai akhlaq Islamiyah sebagai gambaran/contoh sesuai dengan urutan mushaf:
"Bukankah menghadaphan wajahmu ke arah timur dan Barat itu satu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatirn, orang-orang miskin, rnusafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang betaqwa." (Al Baqarah: 177)
"Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman (Yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam shalatnya, dan orang-orang yang menjauhi diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannnya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di baik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya, dan orang-orang yang memelihara shalatnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi (yakni) yang akan mewarisi syurga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya." (Al Mu'minun: 1-11)
Dalam ayat ini kita dapatkan bahwa khusyu' di dalam shalat, menunaikan zakat dan memelihara shalat itu termasuk dalam lingkup ibadah, selain juga berpaling dari hal-hal yang tidak berguna, memelihara kemaluan dari yang haram dan menjaga amanat-amanat dan janji.
Rajin bekerja
Islam mengajak kita untuk berusaha dan bekerja, dan Islam memperingatkan kita dari sikap putus asa dan rasa malas, Allah SWT berfirman:
"Dialah yang menjadikan bumi ini budak bagi kamu, berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali) setelah dibangkitkan..." (Al Mulk: 15)
Di dalam hadits Qudsi dikatakan:
"Tiga orang yang pada hari kiamat akan menjadi musuh-Ku (Allah).... di antararya, seseorang yang mempekerjakan seorang buruh, kemudian buruh itu menunaikan kerjanya, tetapi ia tidak memberikan upahnya."
Kerja kotor
Adapun kerja yang kotor maka Islam telah melarangnya. Kerja yang kotor adalah kerja yang mengandung unsur kezhaliman dan merampas hak orang lain tanpa prosedur yang benar. Seperti ghashab, mencuri, penipuan, mengurangi takaran dan timbangan, menimbun di saat orang membutuhkan dan lain sebagainya. Atau memperoleh sesuatu yang tidak diimbangi dengan kerja atau pengorbanan yang setimpal, seperti riba, termasuk undian dan lain-lain. Atau harta yang dihasilkan dari barang yang haram, -seperti khamr, babi, patung, berhala, bejana yang diharamkan, anjing yang terlarang dan yang lainnya. Atau harta yang diperoleh dari cara kerja yang tidak dibenarkan menurut syari'at, seperti upah para dukun dan takang ramal, administrasi riba, orang-orang yang bekerja di bar-bar, diskotik dan tempat-tempat permainan yang diharamkan dan lain-lain.
Rasulullah SAW bersabda:
"Setiap tubuh yang berkembang dari yang haram, maka neraka lebih utama baginya." (HR. Ahmad)
Islam tidak menghargai bagusnya niat dan mulianya tujuan, apabila cara kerjanya diharamkan. Maka orang yang memperoleh harta riba untuk membangun masjid, madrasah, darul aitam atau yang lainnya, selamanya tidak sah menurut Islam. Dalam hadits shahih disebutkan
"Sesungguhnya Allah itu Thaayyib (baik), tidak menerima (suatu amal) kecuali yang baik (halal)." (HR. Muslim)
Dalam hadits lain disebutkan:
"Sesungguhnya yang kotor itu tidak bisa menghapus yang kotor (juga)." (HR. Ahmad)
Menjauhkan bahaya
Di antara syarat-syarat tersebut adalah mencegah pemilik dari usaha-usahanya
yang mengganggu (membahayakan) orang lain. Demikian itu karena hak milik
seseorang itu tidak menghendaki dari pemiliknya untuk bebas mempergunakan harta
milik tersebut semaunya meskipun membahayakan orang lain. Akan tetapi terikat
dengan suatu ketentuan yaitu hendaknya ia tidak berbuat keburukan (kecurangan)
dalam mempergunakan haknya sehingga itu dapat mengganggu orang lain atau
kelompok lain atau kepada masyarakat secara umum. Bahaya itulah yang diharamkan
bagi seorang Muslim, karena agama ini telah mewajibkan kepadanya agar ia
menjadi sumber kebaikan, bukan sumber malapetaka. Rasulullah SAW bersabda:
"Tidak ada bahaya dan tidak ada yang (boleh) membahayakan" (HR.
Ahmad dan Ibnu Majah)Khamis, 3 Januari 2013
Kempen Sains dan Teknologi
MOSTI sedang berusaha mempromosi dan membudayakan sains dan teknologi di segenap lapisan
masyarakat. Bermula jam 1830 petang ini di TV3.
Jumaat, 28 Disember 2012
Pusat Latihan NDT
Terdapat 3 skim persijilan NDT yang popular di Malaysia; JPK, PCN dan ASNT. JPK merupakan skim persijilan kebangsaan yang telah mendapat pengiktirafan MS ISO/IEC 17024. PCN ialah skim persijilan British dan ASNT skim persijilan Amerika. PCN dan JPK merupakan skim persijilan personal yang berpandukan ISO 9712 sedangkan ASNT mengamalkan 2 jenis persijilan iaitu personal (ACCP) dan 'company based'
Dipetik dari akhbar Mingguan Malaysia Ahad 30 dis 2012
Manakala berikut ialah antara pusat-pusat latihan NDT yang terdapat di negara kita;
- Agensi Nuklear Malaysia menawarkan kursus RT, ET, MT, PT dan RPO yang diiktiraf oleh JPK dan AELB.
- SIRIM Bhd merupakan pusat latihan yang diiktiraf JPK bagi skop UT
- Ruane-TATI merupakan pusat latihan yang diiktiraf JPK (RT) dan PCN
- ITC Skills Training Institute menjalankan latihan NDT yang diiktiraf JPK (RI, MT, PT, UT, ET) dan ASNT
- NDE Consultancy Services Sdn. Bhd menawarkan kursus NDT skim ASNT
- MINDT menawarkan kursus melalui skim PCN
- TWI Sg Buloh (CSWIPP dan ASNT)
- CIDB Johor (PCN)
Selasa, 18 Disember 2012
MINDTCE 2013
Persidangan antarabangsa ini akan diadakan pada 16-18 Jun 2013 di hotel Sunway Putra, Kuala Lumpur. Kepada yang berminat untuk membentang kertas kerja bolehlah menghantar abstrak sebelum 31 Disember 2012 kepada urusetia seperti berikut.
Rabu, 7 November 2012
ISO17024
Tahniah diucapkan kepada Jabatan Pembangunan Kemahiran (JPK)
kerana telah berjaya mendapat akreditasi
MS ISO/IEC 17024 dari Jabatan Standard Malaysia (Nombor Akreditasi: Personnel
03102012 CB02) selama tiga (3) tahun bermula 03 Oktober 2012 bagi skop berikut:
Ujian Tanpa Musnah (Non-Destructive Testing-NDT)
- Jururdiografi Industri (Industrial Radiographer – Welded Construction) Tahap 1/2/3
- Penguji Ultrasonik(Ultrasonic Tester – Welded Construction) Tahap 1/2/3
- Penguji Arus Pusar (Eddy Current Tester) Tahap 1/2/3
- Penguji Penembus Cecair (Liquid Penetrant Tester– Welded Construction) Tahap 1/2/3
- Penguji Zarah Bermagnet (Magnetic Particle Tester – Welded Construction) Tahap 1/2/3
- Pentafsir Radiograph (Welded Construction & Casting and Forging) Tahap 2
Buat pertama kali juga kursus UT tahap 3 berdasarkan ISO9712 sedang diadakan di SIRIM, Shah Alam dari 29 Okt - 14 Nov 2012.
Ultrasonic goniometer 2
Ada beberapa kaedah boleh digunakan;
1- kaedah Transmission
2- kaedah pantulan sudut
3- kaedah 'backscatter'
1- kaedah Transmission
2- kaedah pantulan sudut
3- kaedah 'backscatter'
Goniometer pantulan sudut
Amplitud pantulan lwn sudut bagi sampel konkrit
Keputusan goniometer kaedah pantulan sudut bagi beberapa sampel kayu. Sudut bagi penjanaan gelombang rayleigh tidak dapat dikesan. Bagaimanapun terdapat perbezaan amplitud (attenuation) bagi kayu-kayu ini.
Sampel yang melalui proses 'creep' menunjukkan amplitud yang lebih rendah berbanding sebelum 'creep'. Tiada perubahan nyata bagi halaju gelombang Rayleigh.
Langgan:
Catatan (Atom)












